5 Cara Mudah Merawat Aki Basah Agar Tahan Lama dan Tidak Cepat Soak
Ditulis oleh Tim Teknisi Ahli Akionline24jam
Pakar Kelistrikan & Perawatan Aki Kendaraan



Aki basah merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan yang berfungsi menyuplai kebutuhan listrik untuk starter, lampu, dan sistem kelistrikan lainnya. Meski perawatannya tergolong lebih merepotkan dibanding aki kering, jenis aki ini dikenal lebih awet jika dirawat dengan benar.
Berikut adalah lima cara mudah merawat aki basah agar performanya tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang:
•Rutin Cek Ketinggian Air Aki Pastikan volume cairan elektrolit (air aki) selalu berada di antara batas lower dan upper. Jika air aki berada di bawah batas minimal, sel-sel aki dapat mengalami kerusakan permanen atau gosong akibat panas berlebih. Gunakan air suling khusus aki (tutup botol biru) untuk menambahnya, bukan air aki zuur (tutup botol merah).
• Panaskan Kendaraan Secara Berkala Jika kendaraan jarang digunakan atau sering didiamkan dalam waktu lama, alternator tidak akan mengisi daya aki. Nyalakan mesin kendaraan selama 10 hingga 15 menit setiap hari atau setidaknya beberapa kali seminggu agar sirkulasi listrik tetap terjaga dan aki tidak mudah drop.
• Jaga Kebersihan Terminal Aki Karat, debu, dan kerak putih (sulfasi) sering menumpuk di kutub positif dan negatif aki. Endapan ini dapat menghambat arus listrik. Bersihkan kotoran tersebut secara berkala menggunakan sikat kawat dan air hangat, lalu oleskan sedikit grease (gemuk) atau vaselin untuk mencegah timbulnya korosi kembali.
• Hindari Penggunaan Aksesoris Berlebihan Modifikasi kelistrikan seperti penambahan lampu sorot, klakson keong, atau sistem audio aftermarket yang terlalu besar dapat membebani kapasitas aki. Pastikan kapasitas aki masih sanggup menanggung beban kelistrikan tambahan agar aki tidak cepat terkuras dan melemah.
• Periksa Kondisi Kiprok dan Pengisian Masalah pada komponen pengisian (kiprok atau alternator) bisa membuat aki menjadi overcharge (kelebihan pengisian hingga air aki mendidih dan menguap) atau justru undercharge (kurang pengisian). Lakukan pengecekan sistem kelistrikan secara berkala ke bengkel resmi untuk memastikan arus listrik dari alternator ke aki bekerja normal di kisaran 13.8V hingga 14.2V.
